![]() |
| Buah beringin yang menggantung Sumber: klik |
![]() |
| Bagian dalam buah beringin Sumber: klik |
Pertanyaan dari bagaimana pohon Ficus diserbuki mungkin memberikan kepada para peneliti sebuah teka-teki. Penyerbuk pada tumbuhan sering kali dapat diprediksi, berdasarkan pada karakteristik bunga seperti warna, bau dan bentuknya. Seperti contoh, bunga berwarna putih, berbau wangi, dengan tabung corolla yang panjang biasanya diserbuki oleh ngengat Hawk Moths, yang mana berupa satwa nocturnal dan mempunyai lidah yang panjang. Pohon Ficus merupakan pohon yang unik dimana bunganya secara penuh tersembunyi di dalam buah Ficusnya, inflorescencenya tertutup, dengan ribuan floret kecil melapisi rongga pusat di bagian dalam. Berusaha menduga siapa yang menyerbuki buah Ficus dan bagaimana tindakannya tidak diragukan lagi akan menunjuk kepada kesimpulan bahwa penyerbuknya, seperti kebanyakan jenis tumbuhan, haruslah sangat khusus. Pengamatan yang sabar, hati-hati, dan mendalam pada buah Ficus yang reseptif untuk penyerbukan dapat memberikan pemahaman pada peneliti tentang dunia yang mengagumkan, dimana pohon Ficus secara penuh bergantung pada lalat yang kecil, panjangnya hanya sekitar beberapa millimeter, untuk perkembangbiakan dan keberlangsungan hidupnya. Lalat Ficus ini merupakan satu-satunya penyerbuk dari pohon Ficus dan sebagai imbalannya, lalat Ficus ini tidak dapat bertelur di tempat lain kecuali hanya di dalam buah Ficus, sebuah hubungan yang merupakan contoh klasik dari simbiosis mutualisme obligat (tidak ada sebagian kelompok yang dapat bertahan hidup tanpa yang lainnya) yang telah berkembang melebihi 60 juta tahun tahun lalu.
Masing-masing jenis pohon Ficus biasanya diserbuki oleh satu jenis lalat Ficus yang hanya berasosiasi dengan jenis Ficus itu sendiri, sebuah hubungan inang spesifik yang memainkan peranan penting dalam pencegahan hibridisasi (kawin silang) antara pohon Ficus yang berbeda jenis. Tetapi, hanya 300 dari 750 jenis lalat Ficus penyerbuk potensial yang sekarang ini telah diketahui (ada 750 jenis Ficus di dunia), dan telah kita ketahui bahwa ‘hukum satu satu’ antara pohon Ficus dan lalatnya tidak selalu berkaitan, jadi interaksi ini tidak selalu dapat didefinisikan seperti pada penjelasan awalnya. Apa pengecualian yang di jelaskan kita, bagaimanapun juga, dikarenakan kita berhadapan dengan sebuah sistem alam yang dinamis dan berkembang secara terus-menerus, sistem yang kompleks dimana kita hanya baru belajar untuk memahaminya.

